Get me outta here!

Selasa, 11 Desember 2012

Dongeng Sebelum Tidur......

Apakah yang terlintas dalam angan kita ketika mendengar kalimat......

"Pada suatu hari......."
"Pada jaman dahulu kala......"
"Sawijining dina......"
"Once upon a time....."

pastilah itu awal sebuah dongeng yang membuat kita ingin terus mendengar, meninabobokan sampai benar-benar larut ke alam mimpi.

Hampir dipastikan segala lapisan usia  menyukai dongeng atau pernah menyukai dongeng (dulu ketika  masih kecil).  Hampir setiap orang pernah punya pengalaman didongengkan, entah oleh orang tua, guru, kakak, kakek, atau nenek.  Juga pengalaman mendongeng baik untuk anak sendiri untuk murid-murid atau bahkan mendongeng untuk diri sendiri.

Sudahkah Anda mendongeng hari ini?...



.
....


Rabu, 07 November 2012

DUA JAM BERSAMA MURTI BUNANTA


Borobudur Writer Festival telah sukses digelar pada Minggu-Rabu (28-31/10) lalu di Yogyakarta dan Magelang. Para sahabat Bledug Mrapi berkesempatan untuk mengikuti salah satu rangkaian acara yang diadakan di Yogyakarta, yaitu Sharing Menulis Cerita Anak bersama Murti Bunanta. 
Murti Bunanta adalah dosen Universitas Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA). Selain itu, ia aktif sebagai penulis buku cerita anak, lebih tepatnya adalah cerita rakyat. Sharing dimulai pukul 12.30 WIB dengan cerita dari Murti Bunanta tentang pengalamannya mencari buku karyanya di salah satu toko buku di Yogyakarta. Kemudian acara berlanjut dengan pembacaan cerita rakyat yang ditulis dan dipertunjukkan oleh Ibu Murti. Sesi berikutnya diisi dengan sharing pengalaman beliau dalam menulis cerita anak. 
Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis cerita anak, sebagai langkah awal tentukan dulu target yang akan kita jadikan konsumen. Konsumen buku anak-anak sangat beragam dilihat dari usia dan kemampuannya. Anak yang berumur 2 tahun memiliki kebutuhan bacaan yang berbeda dengan anak berusia 6 atau 7 tahun. Setelah mengetahui sasaran buku, kita tentukan format buku yang akan kita tulis. Beberapa format yang ditawarkan antara lain kumpulan cerita, cerita bergambar, komik, novel dan lain sebagainya. 
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketebalan buku. Buku untuk anak-anak sebaiknya tidak terlalu tebal dan berat karena bisa jadi anak-anak akan malas untuk membawa dan membacanya. Langkah ketiga adalah memilih cerita yang akan ditulis. Tema-tema seperti kekerasan dan seks sebaiknya dihindarkan dari anak-anak. Namun, jika sisi kekerasan tidak bisa terhindarkan, maka penulis harus mencari ide agar kekerasan tersebut tidak terlalu menonjol dalam cerita. 
Banyak sumber untuk mendapatkan bahan tentang cerita rakyat. Pertama, kita dapat mengambil cerita yang sudah ada. Jika cerita merupakan tradisi lisan, kita dapat melakukan wawancara untuk menggali informasi. Selanjutnya, untuk gaya bahasa dapat kita kembangkan sendiri. Gaya bahasa dan penulisan yang baik dapat kita peroleh dengan banyak membaca buku dan mencoba menuliskan ide yang ada di pikiran kita.
Aspek penting lain yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan buku anak adalah ilustrasi. Penulis perlu mengetahui ilustrasi yang diinginkannya. Menurut Ibu Murti, tiap illustrator memiliki gayanya masing-masing, dan kita harus pintar memilih gaya yang sesuai dengan buku yang kita inginkan. Contoh dalam KPBA, terdapat 3 orang illustrator, yaitu GM Sudarta yang biasa menggambar ilustrasi yang ‘cantik’, Mardiyono yang gaya ilustrasinya surealis dan Pak Raden (Suyadi) yang gambarnya tegas.
Proses pencetakan juga memerlukan perhatian tersendiri, terutama mutu warna yang dihasilkan. Seringkali mutu warnanya tidak semenarik yang diinginkan. Maka penting bagi penulis untuk ikut mengontrol proses percetakan.


Acara hari itu diakhiri dengan tanya jawab. Di sesi terakhir, para peserta mendapat kejutan dari GM. Sudarta yang tiba-tiba hadir. Sesi tanya jawab kemudian bertambah menarik dengan tema khusus mengenai ilustrasi. Acara kemudian ditutup pada pukul 14.30 WIB dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia dengan Ibu Murti dan Pak GM. Sudarta. Terimakasih Bu Murti Bunanta, terimakasih Pak GM Sudarta, pengetahuan kami menjadi bertambah.:)

Selasa, 06 November 2012

GEN SI KAKI AYAM


Pengarang  : Keiji Nakazawa
Penerbit  : Obor
Bahasa  : Indonesia
Buku komik yang menceritakan kehidupan warga Jepang sesaat sebelum pengeboman Nagasaki dan Hiroshima hingga beberapa tahun setelah selesainya perang dunia II. Bermula dari kisah kehidupan Gen dan keluarganya yang menderita dan dikucilkan akibat  ayah mereka dianggap pengkhianat . Kemudian Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima, tempat tinggal mereka. Akibat kejadian itu Gen kehilangan ayah, kakak perempuan dan adik laki-lakinya. Kehidupan yang berat dan keras kemudian dijalani Gen. Selain kehilangan anggota keluarga kini Gen juga menghadapi akibat lainnya, yaitu tidak memiliki tempat tinggal dan kesusahan mencari makan. Bahkan berkelahi, menipu, atau mencuri tampak seperti hal yang lumrah. Walaupun kehidupan tampak susah, Gen tetap bersikap ceria dan berusaha tabah menghadapinya. Terkadang ia pun sempat membantu orang lain yang tampak lebih menderita darinya.
Selama perjalan hidup Gen, banyak yang pergi tapi banyak juga yang datang. Selain kehilangan anggota keluarga sebagai akibat langsung ledakan bom atom, Gen juga kehilangan ibunya. Namun Gen juga mendapatkan banyak temam dan saudara baru seperti Shinji. Bersama dengan kerabat-kerabatnya tersebut, Gen terus berjuang memulai hidup yang baru dan mandiri seperti kata bijak ayahnya “Hidup seperti gandum, walau dinjak-injak akan tetap tumbuh”.
Serial komik ini memiliki cerita yang sangat kuat mengenaii penderitaan rakyat Jepang akibat perang dunia II, khususnya akibat bom atom. Penggambaran suasana saat itu yang “keras” dan “penuh perjuangan” merupakan usaha si pengarang untuk membawa pembaca merasakan apa yang dirasakan para koban bom atom. Kesengsaraan yang timbul akibat perang dan fanatisme berlebihan, serta akibat bom atom/nuklir itu sendiri. Namun, ceritanya tidak melulu bernuansa suram dan menyedihkan, keceriaan Gen mampu menawarkan suasana-suasana tersebut. Semangat yang diperlihatkan Gen menyiratkan semangat orang Jepang untuk bangkit dari keterpurukan mereka akibat perang dunia.  

Selasa, 16 Oktober 2012

Kiki Belajar Hidup Mandiri

Judul buku: Titipan Kilat Penyihir
Penulis: Eiko Kadono
Penerbit: Gramedia
Tebal: 225 halaman

Kiki si penyihir cilik kini sudah berusia 13 tahun. Setiap penyihir yang memasuki usia ini harus belajar hidup mandiri di sebuah kota. Akhirnya Kiki pergi meninggalkan ayah dan ibunya ke suatu kota bernama Koriko. Ia hanya ditemani Jiji, kucing hitamnya.

Kiki bersemangat sekali untuk memulai kehidupan mandirinya di Koriko. Namun sayang, warga Koriko rupanya tidak terbiasa bertemu penyihir. Sambutan mereka dingin dan tidak bersahabat. Kiki sangat khawatir tidak dapat menjalani kehidupan mandirinya yang harus berlangsung selama setahun. Akhirnya Kiki mendapat ide untuk membuka usaha jasa pengantar barang. Usaha ini dibuka karena ia hanya bisa satu macam sihir, yaitu terbang dengan sapu. Bagaimana ya kisah Kiki selanjutnya? Apakah orang-orang mau mendukung usahanya itu?

Cerita "Titipan Kilat Penyihir" sangat mudah dipahami. Bernuansa ceria tapi juga mempunyai banyak pesan untuk anak-anak. Ada pula kisah Kiki bertemu seorang gadis yang sedang beranjak remaja. Kiki penasaran apakah masa remaja gadis biasa dan penyihir sama saja ya? Cerita ini penuh dengan pesan persahabatan, kerja keras, dan juga kesabaran. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Silakan kunjungi Bledug Mrapi yaa...

Persahabatan Nello dan Patrasche

Judul buku: Nello
Pengarang : Ouida
Komikus : Agus Willy
Penerbit : Mizan
Tebal 118 halaman

Nello telah kehilangan ayah dan ibunya semenjak kecil. Kini ia tinggal bersama kakeknya, Jehan Daas, yang bekerja sebagai pengantar susu. Suatu hari, Nello dan kakeknya menyelamatkan seekor anjing yang terluka di jalan. Anjing yang diberi nama Patrasche itu segera menjadi sahabat Nello. Mereka selalu pergi bersama-sama. Karena kakek semakin tua, Nello dan Patrasche pun menggantikan kakek untuk menarik gerobak susu.

Selain Patrasche, Nello memiliki seorang sahabat bernama Alois. Namun, ayah Alois tidak suka kalau anaknya bersahabat dengan Nello. Alasannya Nello adalah anak laki-laki miskin, tidak seperti dirinya. Akhirnya ayah Alois melarang Nello untuk bertemu dengan anaknya. Nello dan Alois sama-sama sedih karena tidak bisa bermain lagi.

Nello sangat senang melukis. Suatu hari ia melihat sayembara melukis dengan hadiah sangat besar. Ia pun segera membuat lukisan yang ingin dikirimkan ke lomba tersebut. Berhasilkah Nello memenangkan lomba? Dan apakah ia dapat bersahabat lagi dengan Alois? Baca selengkapnya di buku ini.

Buku berjudul 'Nello' ini sangat menarik, tergolong dalam genre Nomik yaitu novel dan komik. Ya, buku ini memang perpaduan antara novel dan komik. Beberapa bagian cerita dituliskan seperti novel, tapi sewaktu-waktu bisa berganti dalam format komik. Sangat menarik untuk dibaca siapapun, termasuk anak-anak. Gambar-gambar dalam komik akan sangat menarik bagi anak-anak.


Bledug Mrapi juga memiliki koleksi cerita Nello dalam versi lain yang masuk kategori buku dongeng anak bergambar. Buku berjudul "Anjing Furandaasu" memiliki cerita yang sama dengan "Nello". Namun, versi ini lebih sederhana dan dipenuhi gambar berwarna. Nama tokoh-tokohnya pun berbeda. Tokoh Nello bernama Neruro, sedangkan anjingnya bernama Patrice. Alois berganti nama menjadi menjadi Alla. Meski begitu, ceritanya tetap sama. Kita tinggal memilih mau membaca versi yang mana. Silakan datang ke Bledug Mrapi untuk melihat kedua versinya. :D

Sabtu, 06 Oktober 2012

Perang?Pikir-pikir Dahulu Ya...

Penulis   : Barbara Emberley
Penerbit : Simon and Schuster Inc.
Tahun     :1967

"General Border gave the order,
Major Scott brought the shot,
Captain Bammer brought the rammer,
Sargeant Chowder brought the powder,
Corporal Farrell brought the barrel,
Private Parriage brought the carriage,
But Drummer Hoff fired it off."


   Itulah kata-kata yang ada dalam buku ini. Buku bergambar yang menceritakan tentang sekelompok tentara yang bahu membahu membangun sebuah meriam yang besar. Sangat menyenangkan saat membaca buku ini karena susunan kalimatnya seperti pantun dan dapat dilagukan. Selain itu kita dimanja dengan gambar yang indah menghiasi setiap halaman.Yeah...anak-anak pasti menyukainya..Tidak heran buku ini mendapatkan 'Caldecott Medal' atas ilustrasinya yang menarik.
   Perang bagi sebagian anak kecil adalah hal yang menarik karena canggihnya alat-alat yang digunakan atau karena gaya prajuritnya yang gagah. Jarang ada anak kecil yang mengerti sisi kelam perang. Barbara melalui buku 'Drummer Hoff' ini ingin memperlihatkan perang dari sisi yang lain. Lihat seragamnya yag berdasarkan seragam prajurit -prajurit Eropa yang penuh warna dan gagah, sangat menarik ya?Tapi prajurit terkadang harus mengorbankan dirinya saat bertugas (lihat kaki pembawa tong mesiu)
 




Selain itu penulis mungkin juga ingin mengatakan bahwa perang tidak selamanya menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan seperti tampak pada halaman terakhir.Bagaimana menurutmu??

Rabu, 26 September 2012

BETAPA UNIKNYA ORANG DEWASA


Judul Buku  : Le Petit Prince/ The Little Prince/ Pangeran Kecil
Penulis  : Antoine de Saint-Exupery
Penerbit  : Gramedia
Tahun  : 2003

Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki di dekatku. Kisah pertemuanku terjadi pada suatu waktu setelah pesawat yang kukendarai terjatuh di padang pasir yang amat luas. Laki-laki kecil yang kutemui itu memperkenalkan dirinya sebagai seorang pangeran dari sebuah planet,planet yang amat kecil dan jauh. Anak laki-laki itu kemudian kupanggil Pangeran Kecil. Pangeran Kecil lalu mulai menceritakan perjalanannya sebelum sampai ke bumi, mengunjungi berbagai planet tetangganya.  Di planet-planet tersebut, dia bertemu dengan orang-orang dewasa yang konyol dan tidak dia mengerti. Seorang ahli geografi di planet keenam kemudian menyarankan sang Pangeran untuk berkunjung ke planet Bumi.Pangeran Kecil kemudian mengalami banyak peristiwa penting setelah di bumi…….
Little Prince menjadi ilustrasi pikiran seorang anak kecil yang polos dan sederhana berhadapan dengan pikiran orang dewasa yang seringkali rumit, konyol (bagi anak kecil) dan egois. Buku ini menjadi menarik, karena ada pesan di dalam cerita ini hanya dipahami oleh orang dewasa meskipun penceritaannya menggunakan sudut pandang seorang anak-anak.. Cerita Little Prince menjadi salah satu cerita dari Prancis yang terkenal yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa terjual jutaan kopi di seluruh dunia, mengilhami banyak badan sosial, dan memperoleh penghormatan dalam berbagai bentuk. Penasaran?Carilah dan kami di sini juga menyediakan.