Get me outta here!

Selasa, 23 Desember 2014

Pojok Kreatif #7 : Asa dalam Lentera

"Malam kudus, sunyi senyap......."


Malam Natal adalah malam yang ditunggu umat Kristiani.Nyala lilin menjadi salah satu symbol yang sering terlihat. Nyala lilin dalam gelap menyimbolkan penantian dan harapan. Dulu saat belum ada lampu listrik, api adalah sumber cahaya utama dan lilin adalah fasilitas yang murah dan mudah untuk dibawa semua orang. Nyala lilin menjadi pengharapan orang mengalahkan gelapnya malam. Bagi umat Kristiani, kelahiran Yesus menjadi pengharapan untuk mengalahkan kejahatan.


Hampir di seluruh dunia keberedaan lilin tersingkir oleh peran lampu listrik. Tapi toh lilin masih menjadi benda yang penting di Indonesia, karena masih sering terjadi mati lampu. :p. Nyala lilin menjadi symbol  penantian dan harapan masyarakat Indonesia, menunggu lampu menyala kembali. Dengan menyalanya lampu, berarti aktivitas belajar, bermain dan menonton televisi bisa dilanjutkan kembali. Hurayyyy!Ups jadi keluar dari topik…


Kembali ke laptop…Dalam menyambut momen Natal, Bledug Mrapi juga menyiapkan kerajinan yang sederhana. Kerajinan ini menggunakan tutup botol bekas dan kertas bekas sebagai bahan utama. Namun selain kedua bahan utama itu, tentu kita juga butuh alat dan bahan yang lain. Langsung saja kita lihat daftarnya.

Alat
  • Cutter/gunting
  • Penggaris
  • Pensil
Bahan
  • Kertas HVS bekas
  • Kertas minyak (untuk kali ini pakai hijau)
  • Lem kertas
Cara membuat
  • Siapkan alat dan bahan.
  • Pertama kita akan buat tudungnya. Ambil kertas bekas dan buat pola dasarnya. Disini Bledug Mrapi beri contoh saja ya.
  • Buat gambar hiasan yang diinginkan
  • Setelah selesai, hilangkan/potong ruang kosong selain gambar

  • Tempelkan kertas minyak seperlunya
  • Rangkaikan kertas hingga menjadi silinder. Lapisan kertas minyak ada di bagian luar.
  • Siapkan lilin dan tempatkan di alas berupa tutup botol
  • Tempatkan tudung yang sudah dibuat ke sekeliling lilin. Voila! Lentera cantik sudah jadi!

Bagaimana teman?Mudah bukan? Melalui lentera ini, Bledug Mrapi punya harapan semakin banyak orang yang mencintai lingkungan, dan dengan kehangatan cahayanya, bisa membangun kehangatan hubungan antar manusia.
Ah….tempatkan lentera ini di meja, dan tidak ada yang menyangka kalau dibuat dari bahan bekas. Selamat mencoba. ;)

Jumat, 19 Desember 2014

Petualangan Tikus Kecil mencari Beri Holly



Judul : Natal yang Sangat Bersalju
Penulis : Diana Hendry
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2008
Bahasa : Dwibahasa (Inggris-Indonesia)

Tikus Kecil dan Tikus Besar sedang menyiapkan Natal, menyiapkan kue dan menghias ruangan. Tikus Kecil lalu pergi keluar untuk mengumpulkan hiasan Natal. Karena tidak menemukannya di dekat rumah, Tikus kemudian pergi lebih jauh dari biasanya, dan memang dia menemukan apa yang dicari. NAmun perjalanan pulang diiringi hal aneh, dan menegangkan. Pertama, langit runtuh menjadi serpihan putih dingin, kemudian ada monster aneh di tepi kolam dan monster tak terlihat. Hii..kasihan tikus Kecil, dia begitu ketakutan. Segera sampai di rumah, Tikus Kecil menceritakan segala hal yang dialaminya kepada Tikus Besar. Tikus besarpun hanya menanggapinya dengan dan menerangkan apa yang dialami Tikus Kecil di luar tadi.
 

Buku ringan yang menceriitakan keseruan kisah Tikus Kecil mencari hiasan pohon natal. Hal-hal sederhana pun bisa tampak mengerikan jika kita tidak mengetahui wujud aslinya. Tapi dibalik itu semua salju selalu menjadi hal yang menyenangkan. Mungkin itu yang ingin dibagikan Tikus Besar kepada Tikus Kecil.


Penggunaan dwibahasa dan tata bahasa yang sederhana menjadi keunggulan buku ini. Cerita tikus Kecil bisa digunakan untuk melatih kemampuan bahasa anak. Ditunjang dengan ilustrasi yang penuh warna, mendengarkan atau membaca cerita ini menjadi tidak bosan.  


Yuk cari buku ini dan membacanya untuk melengkapi perayaan Natal  para pembaca sekalian.

Saatnya Santa Klaus Bekerja



Judul : It’s Time for Christmas
Penulis Michi Fujimoto
Penerbit Paradise Press
Tahun 2002
Bahasa Inggris



Natal segera tiba, Kutub Utara menjadi ramai karena Santa Klaus bersiap memeriahkan Natal. Para kurcaci membuat dan mempersiapkan hadiah, para rusa berlatih meloncat agar tetap bugar. Sedangkan Santa Klaus?Ah, bersama istrinya , Santa Klaus sedang mencoba pakaiannya, dan tampil sebaik mungkin. Semua siap?Dan berangkatlah Santa Klaus menunaikan tugasnya



Buku ringan yang menceriitakan persiapan natal di Kutub Utara, di tempat kediaman Santa Klaus. Ceritanya amat sederhana dan mengulang tradisis asal usul Santa Klaus. Bagian menarik dari buku ini adalah pop up yang ada di setiap halamannya. Buku ini juga cocok untuk anak-anak yang belajar membaca , karena kata-katanya yang pendek dan sederhana

Malaikat Kecil di Betlehem




Judul : God’s Littlest Angel
Penulis :  Alan&Linda Parry
Penerbit : Tyndale for Kids
Tahun : 1997
Bahasa : Inggris

Suatu ketika para malaikat menjadi sibuk sekali menyiapkan kelahiran Yesus, terkecuali 1 malaikat, yaitu Angie. Angie adalah malaiakat paling kecil di surga dan dianggap tidak perlu diberitahu tentang rencana kelahiran Yesus. Terlalu muda katanya. Angie hanya diberi tugas mengumpulkan debu bintang. Begitu ada berita Gabriel turun ke bumi, Angie segera saja mengikutinya.



Di bumi, karena sangat ingin berpartisipasi dalam kelahiran Yesus, Angie minta agar bisa diijinkan tinggal membantu Maria dan Yusuf. Gabriel pun mengijinkan. Kemudian dimulailah pekerjaan Angie membantu keluarga ini. Angie membantu mengecat, kemudian membantu mencari kendaraan yang sesuai hingga mencarikan penginapan terbaik. Tapi semua tidak berjalan sesuai keinginannya. Tapi Tuhan dengan lembut meminta debu bintang dari Angie. Dengan debu bintang itu, Tuhan menciptakan bintang terang yang menjadi petunjuk Tiga Raja dari Timur yang ingin datang dalam kelahiran Yesus. Setelah semuanya Angie pun masih tetap malu dengan Gabriel, karena tidak bisa menjalankan semua sesuai rencana…




God’s Littlest Angle menceritakan kembali kisah inti Natal, yaitu kelahiran Yesus Kristus dengan cara yang lebih anak-anak. Karakter Angie mendekatkan kisah Natal dengan anak-anak, lebih dari kisah aslinya. Anak-anak yang selalu melihat hal yang cantik, besar dan indah adalah sebagai yang terbaik, dibalikkan dalam kisah kelahiran Yesus. Kesederhanaan peristiwa Natal ternyata memiliki keindahannya tersendiri



Selain itu, anak-anak juga diajak memahami, kalau Tuhan selalu mempunyai rencana yang. Hal yang sepele pun bisa digunakan Tuhan untuk hal-hal yang besar


 Penyampaian pesan moral itu juga didukung dengan wujud buku yang menarik. Buku ii termasuk buku pop-up, artinya pembaca akan menemukan beberapa rancangan lipatan yang menarik dan tidak membosankan. Ditambah pula, pembaca juga bisa bemain menebak tempat Angie berada, yang tersembunyi di setiap halamannya.

Akhir kata, cari dan baca buku ini. Mari kita lakukan yang terbaik dengan tulus dan penuh percaya diri. Semangat!

Rabu, 03 Desember 2014

Pojok Kreatif #6: Segel Pastel





Mengurus keperluan administrasi di sekolah perlu stempel…di kantor perlu stempel…semua sepertinya perlu stempel. Apa sih stempel itu? Stempel adalah tanda resmi untuk menunjukkan keabsahan suatu keterangan. Beragam stempel telah ada sejak jaman dahulu kala, mulai dari stempel tanah liat peradaban kuno di Mesir  dan Mesopotamia hingga cap tinta di Cina. Sepanjang sejarah per-stempel-an, salah satu yang unik adalah stempel lilin dari Eropa. Stempel lilin awalnya banyak digunakan di Eropa sebagai tanda keaslian suatu dokumen atau surat perintah dari seorang bangsawan, atau pejabat pemerintahan. Penggunaan stempel beraneka ragam, tapi yang membuat stempel disebut seal/segel karena biasa digunakan untuk menyegel amplop sebuah surat, dan hanya rusak jika ada perlakuan paksa (sehingga bisa menjaga keaslian dokumen). Tapi kemudian, penggunaan stempel kemudian meluas hingga ke rakyat jelata. Bisa dikatakan stempel di Eropa sama dengan tanda tangan di jaman sekarang. Karena stempel menjadi identitas probadi dari seseorang atau pejabat, jika pemilik stempel meninggal bisa dipastikan stempelnya pun ikut terkubur dalam kenangan alias dihancurkan. Semua itu dilakukan agar tidak terjadi pemalsuan.

 Stempel silinder dari Mesopotamia..ribuan tahun sebelum masehi!!

 Stempel tinta di Cina

Penggunaan stempel/segel lilin

Stempel lilin Eropa abad pertengahan



Kembali ke masa sekarang dan lihatlah sekeliling. Pernahkah melihat sisa pastel yang tinggal secuil?atau melihat lilin yang teronggok lama di sudut kamar hanya tersisa sepanjang kelingking?Jangan dibuang, kita bisa menggunakan yang secuil-secuil itu untuk mencoba membuat stempel timbul! Tapi perhatikan dulu alat dan bahan berikut sebelum kita mencobanya


Alat
  • Cutter
  • Pensil
  • Tutup bekas makanan kaleng
  • Penjepit besi
  • Kuas

Bahan
  • Sabun mandi batang
  • Potongan kecil pastel
  • Lilin
  • Botol plastik air mineral atau sejenisnya
  • Minyak goreng bekas


Langkah pembuatan
  • Kita potong dahulu leher botol plastik, agar dapat menggunakan mulut botol sebagai pencetak


  • Ambil sabun batang dan potong membentuk balok dengan lebar dan tingginya tidak melebihi diameter mulut botol

  • Gambarkan inisial nama. Kemudian tekan dalam-dalam sabun menggunakan pensil mengikuti pola
  • Siapkan leher botol yang tadi sudah dipotong dan kertas. Tempatkan leher botol pada tempat stempel dibuat.

  • Lumuri permukaan balok stempel dengan minyak goring, menggunakan kuas. Sisihkan 

  • Siapkan tutup makanan kaleng dan penjepit.
  • Potong lilin sepanjang 1,5 cm dan serutlah pastel secukupnya. Letakkan di tutup kaleng

  • Panaskan lilin dan pastel hingga mencair kemudian tuang ke kertas yang sudah disiapkan
  • Tunggu 1-2 detik dan angkat leher botol

  • Diamkan lagi selama 10 detik, baru tekankan balok stempel. Biarkan 1-2 detik baru angkat balok stempel.

  • Voila!! Kamu sudah mendapatkan stempel yang kamu inginkan!



Stempel yang telah jadi ini bisa menjadi identitas pribadimu. Gunakan di surat pribadi untuk menggantikan tanda tangan. Lebih klasik dan….jelas berbeda. Selamat mencoba ;)

Catatan :

  • Lilin warna lebih ringkas digunakan, tinggal dinyalakan dan diteteskan. Penggunaan lilin biasa disini hanya bermaksud menunjukkan pemanfaatan bahan sisa.Akibatnya, peralatannya sedikit lebih banyak ( tutup makanan kaleng dan leher botol )
  • Penggunaan lilin yang biasa (lilin untuk penerangan) tidak disarankan dalam aplikasi surat  menyurat karena kurang menempel dan mudah lepas. Melihat beberapa tautan, ada yang menjual lilin khusus stempel tapi di Indonesia dan khususnya Yogyakarta belum tahu tempatnya. Mohon infonya ya.:)
  • Apabila tetap menggunakan cara membuat stempel seperti yang disebutkan di atas, pastikan suratnya diserahkan langsung kepada yang bersangkutan. Jangan pula ditindih atau disimpan sembarangan!