Get me outta here!

Senin, 18 Agustus 2014

Ir. Soekarno sang Pahlawan Revolusi





Judul          : Masa Kecil Putra sang Fajar-Masa Kemerdekaan Putra sang Fajar
Penerbit      : Remaja Rosdakarya
Penulis       : Sari Puspitarini Soleh
Tahun         : 2004
Bahasa        : Indonesia

Judul          : Soekarno - Hatta
Penerbit      : Pustaka Lebah
Penulis       : Sundoro dan tim
Tahun         : 2007
Bahasa        : Indonesia

Proklamasi
Kami Bangsa Indonesia,dengan ini menyatakan kemerdekaannya
Hal-hal yang terkait pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
                                                                                                                          

Kalimat tersebut diucapkan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.30 WIB sebagai bentuk pernyataan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka, bebas dari segala penjajahan. Pernyataan tersebut menjadi puncak perjuangan Bung Karno, Bung Hatta dan pejuang lainnya, baik muda maupun tua bahu membahu mewujudkan kemerdekaan Bangsa Indonesia dengan mengorbankan segenap jiwa dan raga. Akan tetapi, siapa sangka kalau Bung Karno yang penuh karisma ini dulunya adalah anak yang nakal bernama Koesno?

Bung Karno dilahirkan dari pasangan R. Soekemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai dengan nama Koesno Sosrodiharjo pada tanggal di Jawa Timur.Di kemudian hari, nama Koesno ini dirubah menjadi Soekarno dengan alasan sering sakit-sakitan. Bung Karno adalah anak kedua dari dengan kakak bernama Karsinah (kemudian hari menjadi Soekarmini).Masa kecil Bung Karno sama seperti anak sebayanya yang nakal, tapi dengan didikan keras dari ayahnya lah, Bung Karno tumbuh menjadi anak yang pandai, berkemauan keras, serta bangga akan keIndonesiaannya.

Bung Karno menempuh pendidikan pertamanya di Eerste Inlandse School, kemudian dilanjutkan ke Europeesche Lagere School (ELS). Pendidikan menengahnya dilalui di  Hoogere Burger School (HBS )dan pendidikan tinggi beliau jalani di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Selama masa pendidikan inilah kepribadian karismatik dan nasionalis beliau dibentuk. Bung Karno banyak bertemu dengan para tokoh perjuangan lain seperti HOS Cokroaminoto, Haji Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, Bung Hatta dll.Bung Karno juga menginisiasi terbentuknya berbagai organisasi perjuangan yang melahirkan tokoh-tokoh politik seperti PNI,Algemene Studie Club

Sepak terjang Bung Karno bukantanpa risiko pastinya, apalagi ditambah dengan semangat dan kharismanya. Gerak-geriknya selalu diawasi oleh pihak penjajah,baik Belanda maupun Jepang,  yang takut kalau-kalau Bung Karno membangkitkan pemberontakan di seantero Indonesia. Bahkan ada masanya Bung Karno masuk keluar penjara, meski begitu, semangat perjuangannya tak surut.Beliau selalu focus dengan tujuannya, terkadang pula harus mengorbankan perasaannya dengan bekerja sama dengan penjajah. Pertentangan dengan kaum muda pun pernah dihadapi. Para pemuda dengan semangat menggebu mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera menyatakan kemerdekaan BAngsa Indonesia. Bagaimana tanggapan Bung Karno dan yang lain?Mereka tetap tenang dan sabar menunggu waktu yang tepat.
Kesabaran mereka tidak sia-sia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pun dikumandangkan…….

Kisah hidup Bung Karno dan pejuang kemerdekaan lainnya adalah kisah yang selalu menarik untuk disimak berbagai kalangan. Akan tetapi, kisahnya yang sangat seringkali membuat pembaca dari usia muda cepat bosan,padahal merekalah yang akan mewarisi semangat kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kenyataan ini mendorong beberapa penerbit menyusun buku kisah  dalam bentuk sederhana dan menarik. Yayasan Bung Karno (bekerjasama dengan Penerbit Rosdaraya ) serta Penerbit Lebah adalah beberapa penerbit yang mewujudkan hal tersebut. Penerbit Rosdakarya yang menjadi rekan kerjasama Yayasan Bung Karno menerbitkan seri kehidupan Bung Karno mulai dari masa anak-anak hingga masa kemerdekaan, yang berjumlah 7 buku. Penerbit lainnya, yaitu Pustaka Lebah, menerbitkan satu buku yang didalamnya memuat kisah Bung Karno dari kecil hingga proklamasi kemerdekaan.

Prajurit yang gugup tidak sengaja menembakkan senapannya, tepat dibelakang Bung Karno! (Rosdakarya)

Cerita yang diusung penerbit Rosadakarya lebih detail dibandingkan dengan Pustaka Lebah. Kisah Bung Karno dibagi dalam 7 buku yaitu, masa kanak-kanak,masa pemuda,masa remaja,masa dewasa, masa prakemerdekaan 1,masa prakemerdekaan 2 dan masa kemerdekaan. Sumber utama dari kisah-kisah ini adalah biografi Bung Karno oleh Cindy Adams. Penerbit Rosdakarya menyederhanakan kisah dalam biografi tapi tetap menyertakan bagian-bagian detail yang penting atau menarik. Oleh karena itu, selain pembentukan karakter Bung Karno yang cerdas, berwibawa,nasionalis dan memiliki pandangan jauh ke depan, kisah percintaan Bung Karno (yang seringkali mengherankan)  dan kejadian lain yang unik bin lucu juga ikut ditampilkan. Siapa yang pernah mendengar kisah ada ajudan Bung Karno, yang karena gugup menembakkan senapan ke udara, tepat di belakang Bung Karno?Atau mungkin cerita Bung Karno yang buang air kecil di pesawat, tapi airnya menciprati Bung Hatta dan yang juga menumpang?Hahahahahaha.

Walaupun di kemudian hari merangkul pihak komunis, Bung Karno toh orang taat beribadah (Rosdakarya)

Cerita di tiap bukunya ditampilkan dengan bahasa yang sederhana dan singkat. Ilustrasi berupa kartun juga ikut meramaikaan halaman-halamannya, dan berkat ilustrasi inilah cerita Bung Karno jadi lebih enak untuk diikuti karena hidup. Sayangnya, buku ini punya kelemahan. Di beberapa bagian cerita, perpindahannya terasa mendadak dan meloncat, hal ini sering menimbulkan gap. Tapi keseluruhan hasilnya cukup baik dan menghibur.

 Bung Karno mengunjungi pasukan dengan berkuda, padahal baru berlatih 24 jam sebelumnya (Rosdakarya)

Penerbit Pustaka Lebah melakukan pendekatan yang berbeda untuk menampilkan kisah Bung Karno. Dalam bukunya, Pustaka Lebah menggunakan komik sebagai bentuk ceritanya. Cara ini memang lebih banyak berpotensi menjaring pembaca, terutama anak-anak. Komik membuat kisah Bung Karno lebih menarik dan mudah dibaca. Selain itu masa kecil dan remaja tidak dibahas Tetapi ada kelemahannya, karena banyak detail yang dihilangkan. Selain itu, bagi yang tidak terbiasa membaca komik tentu akan kesulitan mengurutkan panel ceritanya.

 
Kronologi sejarah ditampilkan sehingga pembaca bisa lebih mengikuti dengan baik (Pustaka Lebah)

Detik-detik kemerdekaan (Pustaka Lebah)

Buku yang membahas sudah banyak dan berkembang. Meskipun memiliki beberapa kelemahan perlu dipuji usaha mereka untuk menghadirkan cerita Bung Karno yang lebih ramah untuk anak-anak. Kita boleh berharap, anak-anak jadi lebih ingin membaca kisah-kisah tersebut dan semangat “MERDEKA” berkobar di hati mereka. Selain itu, bolehlah berharap tidak hanya kisah hidup Bung Karno saja yang dibuat untuk anak-anak, tapi juga karya, ideologi dan beberapa tulisan Bung Karno lainnya yang juga sama inspiratifnya, seperti Indonesia Menggugat, Nawaksara dll.

 Akhir kata…..MERDEKA!!

0 komentar:

Posting Komentar