Get me outta here!

Kamis, 15 Mei 2014

Buddha di Jaman Modern


 (sumber :Digilib AMPL)

Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Buddha (Sidharta Gautama) mendapatkan pencerahan dan menyebarkannya ke berbagai  wilayah di India. Setelah meninggal, ajarannya atau Buddhisme, disebarkan oleh murid-muridnya ke berbagai wilayah Asia. Selama berates-ratus tahun kemudian, Buddhisme mengalami kejayaan, menjadi ajaran utama dalam berbagai kebudayaan dan kerajaan. Namun kemudian roda berputar, dan Buddhisme pun surut.
Kini Buddhisme kembali muncul di permukaan. Di hari Waisak ini, Bledug Mrapi menampilkan cuplikan berita Buddhisme dalam kehidupan modern dari majalah National Geographic

“Kini di seluruh dunia terdapat Buddhisme baru. Filosofinya diterapkan dalam terapi kesahatn mental dan fisik serta pembaruan politik dan lingkungan. Para atlet memanfaatkannya untuk menjamkan performa. Ajaran yang baru ini membantu para pemimpin perusahaan dalam menangani stress dengan cara yang lebih baik.Polisi membekali diri dengan keyakinan ini untuk membubarkan massa dalam keadaan yang dapat menimbulkan bahaya.Para penderita nyeri kronis menerapkannya sebagai obat pereda. Relevansi ajaran ini pada masa kini memicu kebangkitan kembali Buddhisme. Bahkan di Negara-negara seperti India di mana keyakinan ini nyaris punah, dan Cina, tempat yang pernah menekan berkembangnya ajaran ini” (Kelahiran Baru Buddha: Dari Biara Menuju Ruang Keluarga, National Geographic Indonesia Mei 2006 )

   
Nyatanya dalam artikel National Geographic ini, kita melihat bahwa Buddhisme benar-benar menyebar hingga di dunia Barat. Buddhisme tidak melulu mengenai agama, tapi sebagai filosofi, untuk mencari kedamaian  dalam gaya hidup modern. Kita bisa melihat banyak contoh pendalaman Buddhissme itu : ada direktur perusahaan besar yang menyisihkan waktu istirahat untuk meditasi, ada relawan yang membantu pasien melalui filosofi Buddhis, kelas meditasi yang diadakan dalam lingkungan penjara, hingga sekelompok bikku yang mendoakan sebuah tempat usaha.


Buddhisme mungkin saja mirip aliran kebatinan di Jawa, yang menekankan meditasi.Meditasi menuju kedamaian batin. Dalam laju kehidupan saat ini yang tampaknya semrawut , kepercayaan apapun yang kita anut, kita memang membutuhkan meditasi. Mengenali diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita, agar kita bisa menghargai semua yang ada di hadapan kita. Senyum anak-anak, lingkungan yang asri, tetangga yang menyapa atau apapun.Bukankah begitu damai dunia ini….
Semoga semangat Waisak ini bisa mengingatkan kita untuk mencapai kedamaian dunia.

0 komentar:

Posting Komentar