Get me outta here!

Jumat, 16 Mei 2014

Cantik dari Hati




Judul:Mufaro’s Beautiful Daughter
Pengarang :John Steptoe
Penerbit : Scholastic
Tahun :1987
Bahasa :Inggris

Di suatu desa di Afrika, hidup seorang pria bernama Mufaro. Dia memiliki 2 orang anak perempuan cantik bernama Manyara dan Nyasha. Sikap Manyarea dan Nyasha berbeda satu sama lain. Nyasha baik hati sedangkan Manyara sangat kasar, terutama pada Nyasha. Ia iri karena orang banyak membicarakan kecantikan Nyasha, yang sebenarnya muncul akibat kebaikan hatinya. Pada suatu hari, Mufaro ingin menjodohkan anak-anaknya pada seorang raja agung. Ia memerintahkan kedua anaknya untuk menghadap dan biar raja agung sendiri yang memilih. Selama perjalanan, Manyara bertemu banyak hal dan menerima banyak nasihat, tetapi karena angkuhnya, semua itu tidak diacuhkannya. Berbeda dengan Nyasa, yang mengacuhkan nasihat-nasihat yang ada dan menunjukkan kebaikan hati pada semua yang ditemui. Pada akhirnya, mereka berdua sampai di kota raja agung. Di kota itu, Manyara bukan bertemu dengan raja, tapi seekor ular menyeramkan!Berbeda dengan Nyasa. Ia memang bertemu ular, tapi segera saja ular itu berubah menjadi raja agung. Raja agung menunjukkan wujud aslinya, sebab ia memilih Nyasa, yang baik, menjadi istrinya.


Mufaro’ Beautiful Daughter adalah cerita rakyat bangsa Afrika yang klasik. Klasik karena menceritakan dua nasib orang yang ditentukan oleh kepribadiannya, baik atau jahat. Nasib tokoh yang berkepribadian baik akhirnya mendapatkan hal baik, seperti pasangan, seorang raja. Pola cerita ini juga bisa ditemui pada cerita rakyat Indonesia, bawang merah bawang putih, atau cerita rakyat negara lain.
Tapi yang menarik untuk disimak adalah ilustrasi yang disajikan. Gambarnya indah, sampai-sampai bisa melupakan tingkah laku buruk Manyara. Nah, kalau kita pikir Afrika itu tempat yang tandus melulu, tidak terbukti jika melihat ilustrasi yang penuh tanaman dalam buku ini. Sebagai tambahan, ilustrasi buku ini mendapat penghargaan Caldecott Medal Honor, yang berarti menempati posisi kehormatan kedua dalam ajang penghargaan ilustrasi tahunan di Amerika tersebut.


Akhir kata, kita bisa melihat kebudayaan bangsa Afrika yang juga menghargai nilai moral, bahwa tindakan yang baik akan mendapat hal hal baik sebagai balasannya.

0 komentar:

Posting Komentar