Get me outta here!

Rabu, 03 Desember 2014

Pojok Kreatif #6: Segel Pastel





Mengurus keperluan administrasi di sekolah perlu stempel…di kantor perlu stempel…semua sepertinya perlu stempel. Apa sih stempel itu? Stempel adalah tanda resmi untuk menunjukkan keabsahan suatu keterangan. Beragam stempel telah ada sejak jaman dahulu kala, mulai dari stempel tanah liat peradaban kuno di Mesir  dan Mesopotamia hingga cap tinta di Cina. Sepanjang sejarah per-stempel-an, salah satu yang unik adalah stempel lilin dari Eropa. Stempel lilin awalnya banyak digunakan di Eropa sebagai tanda keaslian suatu dokumen atau surat perintah dari seorang bangsawan, atau pejabat pemerintahan. Penggunaan stempel beraneka ragam, tapi yang membuat stempel disebut seal/segel karena biasa digunakan untuk menyegel amplop sebuah surat, dan hanya rusak jika ada perlakuan paksa (sehingga bisa menjaga keaslian dokumen). Tapi kemudian, penggunaan stempel kemudian meluas hingga ke rakyat jelata. Bisa dikatakan stempel di Eropa sama dengan tanda tangan di jaman sekarang. Karena stempel menjadi identitas probadi dari seseorang atau pejabat, jika pemilik stempel meninggal bisa dipastikan stempelnya pun ikut terkubur dalam kenangan alias dihancurkan. Semua itu dilakukan agar tidak terjadi pemalsuan.

 Stempel silinder dari Mesopotamia..ribuan tahun sebelum masehi!!

 Stempel tinta di Cina

Penggunaan stempel/segel lilin

Stempel lilin Eropa abad pertengahan



Kembali ke masa sekarang dan lihatlah sekeliling. Pernahkah melihat sisa pastel yang tinggal secuil?atau melihat lilin yang teronggok lama di sudut kamar hanya tersisa sepanjang kelingking?Jangan dibuang, kita bisa menggunakan yang secuil-secuil itu untuk mencoba membuat stempel timbul! Tapi perhatikan dulu alat dan bahan berikut sebelum kita mencobanya


Alat
  • Cutter
  • Pensil
  • Tutup bekas makanan kaleng
  • Penjepit besi
  • Kuas

Bahan
  • Sabun mandi batang
  • Potongan kecil pastel
  • Lilin
  • Botol plastik air mineral atau sejenisnya
  • Minyak goreng bekas


Langkah pembuatan
  • Kita potong dahulu leher botol plastik, agar dapat menggunakan mulut botol sebagai pencetak


  • Ambil sabun batang dan potong membentuk balok dengan lebar dan tingginya tidak melebihi diameter mulut botol

  • Gambarkan inisial nama. Kemudian tekan dalam-dalam sabun menggunakan pensil mengikuti pola
  • Siapkan leher botol yang tadi sudah dipotong dan kertas. Tempatkan leher botol pada tempat stempel dibuat.

  • Lumuri permukaan balok stempel dengan minyak goring, menggunakan kuas. Sisihkan 

  • Siapkan tutup makanan kaleng dan penjepit.
  • Potong lilin sepanjang 1,5 cm dan serutlah pastel secukupnya. Letakkan di tutup kaleng

  • Panaskan lilin dan pastel hingga mencair kemudian tuang ke kertas yang sudah disiapkan
  • Tunggu 1-2 detik dan angkat leher botol

  • Diamkan lagi selama 10 detik, baru tekankan balok stempel. Biarkan 1-2 detik baru angkat balok stempel.

  • Voila!! Kamu sudah mendapatkan stempel yang kamu inginkan!



Stempel yang telah jadi ini bisa menjadi identitas pribadimu. Gunakan di surat pribadi untuk menggantikan tanda tangan. Lebih klasik dan….jelas berbeda. Selamat mencoba ;)

Catatan :

  • Lilin warna lebih ringkas digunakan, tinggal dinyalakan dan diteteskan. Penggunaan lilin biasa disini hanya bermaksud menunjukkan pemanfaatan bahan sisa.Akibatnya, peralatannya sedikit lebih banyak ( tutup makanan kaleng dan leher botol )
  • Penggunaan lilin yang biasa (lilin untuk penerangan) tidak disarankan dalam aplikasi surat  menyurat karena kurang menempel dan mudah lepas. Melihat beberapa tautan, ada yang menjual lilin khusus stempel tapi di Indonesia dan khususnya Yogyakarta belum tahu tempatnya. Mohon infonya ya.:)
  • Apabila tetap menggunakan cara membuat stempel seperti yang disebutkan di atas, pastikan suratnya diserahkan langsung kepada yang bersangkutan. Jangan pula ditindih atau disimpan sembarangan!

1 komentar: