Get me outta here!

Jumat, 17 Oktober 2014

Gen Si Kaki Ayam


Judul Buku          :         Gen Si Kaki Ayam 
Penulis                 :         Keiji Nakazawa
Tahun terbit         :         1996
Penerbit               :         Yayasan Obor Indonesia
Halaman              :         xxii + 288 hlmn



“ Pernah anda bayangkan bagaimana jika seandainya keluarga anda di anggap pemberontak oleh negara ?”

Di dalam cerita Gen Si Kaki Ayam mengambarkan tentang kehidupan sebuah keluarga di kota Hirosima selama masa Perangan Dunia II,  harus sembunyi di bawah benteng-benteng buatan ketika pesawat-pesawat Amerika Serikat datang menghampiri kota Hirosima pada waktu yang tidak bisa ditentukan.


Selain itu konflik yang di dalam cerita yang bejernis kartun ini, keluarga ini juga harus menghadapi penghinaan, pengucilan dari lingkungan sekitarnya, dan terkadang nyawa keluarga  ini menjadi taruhan hanya karena paham yang mereka pegang. Karena masyarakat sekitar menganggap mereka  adalah penghianat negara Jepang, tidak mendukung negara Jepang melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Meskipun sebenarnya keluarga ini mempunyai alasan tersendiri mengapa tidak mendukung perang, karena sang kepala keluarga kecil ini menganggap bahwa perang hanya bisa membawa kerusakan, penderitaan bagi masyarakat Jepang.

Cerita Gen Si Kaki Ayam di angkat dari kisah nyata seorang korban bom Hirosima, yang secara keseluruhan  buku ceritanya terdiri dari episode 1-20 dari kelurganya utuh terdiri dari 4 orang bersaudara sampai satu demi satu anggota keluarganya meninggal akibat dari Perang Dunia II.

Dari kisah Gen Si Kaki Ayam mengajarkan kepada setiap pembaca bagaimana rasa kekompakan di antara sesama satu keluarga ketika menghadapi banyak masalah dan bagaimana seorang kasih sayang seorang ibu di dalam menyangi anak-anaknya, bagaimana seorang ayah yang selalu menjadi benteng keluarga di dalam menghadapi segala situasi dan kondisi baik perekomian kelurga maupun berbagai lecehan-lecehan yang di hadapi oleh kelurga Gen Si Kaki Ayam setiap saat. (I_one H24)




0 komentar:

Posting Komentar