Get me outta here!

Jumat, 15 Juni 2012

Kisah Cinta di Zaman Penjajahan



Judul Buku     : Saijah dan Adinda;Great Classic Collections
Penulis            : Multatuli
Tahun Terbit  : 2010
Jumlah Halaman :32
Saijah dan Adinda merupakan kisah yang menjadi bagian dari buku terkenal karya Multatuli alias Eduard Douwes Dekker yang berjudul Max Havelaar. Lampung menjadi latar bagi kisah cinta antara Saijah dan Adinda yang tumbuh mekar selama masa penjajahan Belanda. Kisah ini bermula ketika Saijah dan keluarganya mengalami penderitaan karena kesewenang-wenangan Demang Wirakusuma yang beberapa kali menganggu kehidupan mereka dengan merampas kerbau dan memporak-porandakan rumah karena orang tua Saijah tidak mampu membayar pajak.
Kejadian tersebut terjadi berulang kali sehingga membuat ibu Saijah sedih dan kemudian jatuh sakit dan meninggal. Malang tak dapat ditolak, ayah Saijah pun juga terguncang setelah ditinggal mati istrinya dan mengalami gangguan mental. Akhirnya ayah Saijah juga pergi meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali.
Waktu berlalu dan Saijah kini pun tumbuh dewasa. Saijah dewasa menjalin kasih dengan Adinda, yang merupakan anak tetangga Saijah. Suatu ketika, Saijah memutuskan untuk mencari pekerjaan di Betawi. Awalnya Adinda menentang keputusan Saijah, tetapi demi masa depan mereka berdua, akhirnya Adinda setuju.
Di Betawi, Saijah mendapatkan pekerjaan di rumah seorang Meneer sebagai pengurus kuda. Karena ketekunannya, Saijah diangkat menjadi pelayan kepercayaan Meneer dan memiliki tabungan yang dia peroleh dari hasil kerja kerasnya setiap hari. Saijah yang merasa sudah memiliki cukup tabungan bertekad untuk pulang ke Lampung dan menemui Adinda yang sangat dirindukannya. Namun sayangnya, majikan Saijah tidak mengizinkannya pergi. Akan tetapi Saijah tetap nekat melarikan diri dari rumah majikannya dan pulang ke kampungnya.
Sayangnya, saat tiba di kampungnya, Adinda dan keluarganya sudah pergi dari rumahnya yang porak-poranda akibat kesewenang-wenangan Demang Wirakusuma. Ternyata, Adinda dan keluarganya ikut perang gerilya melawan penjajah Belanda.
Saijah terus mencari Adinda dan ketika mereka berdua bertemu, sedang terjadi kontak senjata antara pasukan Belanda dengan pasukan pribumi yang dipimpin oleh ayah Adinda. Ayah Adinda yang terdesak akhirnya tewas dalam pertempuran tersebut. Adinda juga terluka parah dalam pertempuran tersebut dan akhirnya tewas. Saijah  yang terkepung oleh pasukan Belanda akhirnya juga tewas tepat dihadapan jasad Adinda.
Cerita Saijah dan Adinda yang dikemas dalam bentuk komik ini sangat enak untuk dibaca dan mudah dipahami. Komik ini juga bisa menjadi sarana untuk  pembelajaran sejarah bagi anak-anak. Selain itu, komik ini juga mengajarkan semangat untuk pantang menyerah menghadapi kehidupan yang begitu sulit yang digambarkan lewat kehidupan Saijah dan Adinda di zaman penjajahan Belanda.

0 komentar:

Posting Komentar